Bambang Irianto Pelopor Kampung 3G Berhasil Raih Penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan

BITUNG- Penerima Kalpataru asal Kota Malang, Ir Bambang Irianto kini bukan hanya aset Kota Malang. Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro itu telah menjadi aset negara setelah Bambang menerima penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu di Bitung, Sulawesi Utara (29/8) kemarin.

Ketua RW 23 Purwantoro Ir Bambang Irianto  menerima penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan yang diserahkan langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, kemarin. (Jon Suparijono/Malang Post)

Penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan tersebut diserahkan Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Kedua menteri ini mewakili Presiden RI Joko Widodo yang semula akan memberikan langsung penghargaan kepada para pejuang lingkungan.

 

Plt Wali Kota Malang Drs H Sutiaji datang langsung ke Kota Bitung untuk mendampingi Ir Bambang Irianto, kemarin. Ia memberi dukungan terhadap tokoh Glintung itu. ‘’Pak Bambang sekarang bukan aset kota saja, beliau adalah aset Indonesia. Karena di berbagai event, di berbagai kota, bahkan di negara lain menghendaki beliau. Termasuk di perguruan tinggi-perguruan tinggi. Maka hemat saya, ini yang harus ditiru, kita tidak usah jauh-jauh (belajar), kita ke Pak Bambang,’’ kata Sutiaji kepada wartawan kemarin.

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini sengaja datang ke Bitung, di tengah kesibukannya untuk memberikan support ke warganya yang meraih Kalpataru. Sutiaji mengaku bangga memiliki warga yang bisa meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan.

Ketua RW 23 Purwantoro Ir Bambang Irianto bersama dengan Plt Walikota Malang Drs H Sutiaji. 

‘’Ini menjadi pemacu dan pemicu juga pembelajaran bagi masyarakat lain, khususnya untuk Kota Malang.  Siapapun yang mau mencoba secara istiqomah, pasti bisa. Pada prinsip saya,  semua kemajuan itu ada tiga. Satu, yakin bahwa yang diperbuat itu ada nilai kemanusiaan dan kebaikan. Setelah itu punya cara,’’ katanya.

Sutiaji mengenal Bambang Irianto sejak lama. ‘’Saya tahu sendiri Pak Bambang setelah saya terpilih tahun 2013. Saya ikut kerja bakti turun ke sungai, ini sebagai motivator, jadi ada cara. Caranya bagaimana meyakinkan masyarakat, harus berbuat,’’ tambahnya.

Yang ketiga menurutnya, harus ada kebersamaan. Ia mencontohkan seluruh RT yang ada di RW 23 Purwantoro sepakat berlaku kebaikan dan tradisi ini harus dikembangkan. ‘’Saya kira ini filosofi untuk keberhasilan,’’ tambahnya.

Menurut Sutiaji,  Kota Malang mengangkat wisata budaya. Pasalnya, wisata alam sudah tidak punya SDA lagi. ‘’Contoh saja seperti 3G, yang dulu Malang tidak kenal 3G, di peta Malang lokasinya nylempit. Tetapi sekarang orang sudah tahu dimana Glintung, ini karena jerih payah Pak Bambang. Untuk itu pemerintah mendukung, salah satu di antaraya  kehadiran saya,’’ kata Sutiaji. 

Sementara itu, penyerahan Kalpataru dilaksanaan bersamaan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional, di Taman Wisata Alam, Batu Putih, Kota Bitung. Hadir  juga Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokaambey dan Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito, para bupati dan wali kota di Sulawesi Utara, serta undangan dari seluruh penjuru tanah air.

Bambang Irianto mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang diraihnya. ‘’Pertama ada rasa kebanggaan, rasa syukur saya selama enam tahun lebih dari lorong-lorong kampung  membina warga. Dari kampung yang kumuh, kampung yang terkenal kriminalnya, menjadi yang sekarang ini,” katanya.

“Saya sudah bangun jaringan kampung nusantara di berbagai tanah air. Membangun kampung tanpa uang, dari diri warga kampung sendiri,’’ kata Bambang Irianto seusai menerima Kalpataru.

Foto Penghargaan Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan

Melalui penghargaan Kalpataru ini, ia berharap dapat lebih massif lagi membuat gerakan membangun  dari lorong-lorong kampung. “Penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh warga saya di Glintung. Juga kampung-kampung yang sudah kami bina di Tangerang, Bandung, Jogjakarta, Bali, Pasuruan dan lain-lain. Ini kerja bareng kita dalam membangun kampung,’’ tambahnya.

Setelah menerima Kalpataru, tugas Bambang Irianto bukannya sudah selesai. Tahun depan dia bersama para penerima Kalpataru akan melakukan replikasi sesuai dengan kategori masing-masing. Replikasi tidak hanya dilakukan di kota asal saja, namun juga di kota-kota di seluruh Indonesia.

Penyerahan Kalpataru ini digelar di Taman Wisata Alam Batu Putih di Tangkoko sekitar satu jam perjalanan dari Bitung. Lokasinya berada di pegunungan serta di dalam hutan yang masih alami. Di lokasi ini juga digelar pameran dari berbagai Taman Wisata yang ada di Nusantara.

Sementara itu, malam sebelum penyerahan penghargaan Kalpataru, kesepuluh peraih Kalpataru mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta. Peraih penghargaan juga memberikan pemaparan singkat tentang apa yang dilakukan. Selain dari Malang, 10 peraih penghargaan ini datang dari Jogjakarta, Bandung, Maluku, Kabupaten Kampar-Riau, Gianyar,Tulungagung hingga Kabupaten Banggai Kepulauan di Sulawesi Tengah.

Pemaparan disaksikan langsung Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. Bambang Supriyanto sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan Bambang Irianto. Bahkan ia beberapa kali memberikan aplaus serta meminta video pemaparan ketua RW ini.

‘’Program Kalpataru yang dicanangkan sejak tahun 1980 merupakan bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan kepada pejuang lingkungan dan juga kehutanan. Mereka adalah individu atau kelompok masyarakat yang menunjukkan kepeloporan dan memberikan sumbangsih nyata bagi upaya-upaya pemeliharaan fungsi lingkungan hidup dan kehutanan,’’ katanya.

Sementara itu rombongan tim dari Glintung dan Malang Post, malamnya menghadiri undangan gala dinner di rumah dinas Wali Kota Bitung. Selama di Kota Cakalang ini, Bambang Irianto juga melakukan pembinaan mulai dari pemerintahan kota hingga ke tingkat RW. Pagi ini rombongan akan menuju Manado dan besok, Sabtu kembali ke Malang dengan menggunakan penerbangan Lions Air pukul 12.15 WIB.

Sementara itu, Kota Malang telah mempersiapkan Kirab Kalpataru yang akan digelar Senin (3/9) mendatang dan dipastikan meriah. Kegiatan ini melibatkan banyak orang, dan banyak kendaraan. Ketua panitia kirab Kalpataru Imam Muslikh mengatakan, sedikitnya ada 25 mobil yang mengikuti kirab tersebut. Imam mengatakan jika peserta kirab Kalpataru berangkat dari Unisma Malang, kemudian menuju ke Universitas Brawijaya (UB). Setelah dari UB, kirab Kalpataru menuju Kampung Glintung Go Green (3G) di RW 23 Kelurahan Purwantoro. Kemeriahan pun akan nampak di kampung 3G. Itu Ada prosesi pengalungan bunga kepada Ketua RW23, Bambang Irianto oleh masyarakat. Di Kampung 3G juga, Bambang akan memberikan sambutan, terkait dengan penghargaan yang diterimanya.
”Setelah dari Kampung 3G, rombongan menuju Kantor Malang Post,’’ tambah Imam. Dia mengatakan, sengaja datang ke Kantor Malang Post karena Korane Arek Malang ini merupakan media yang terus menerus memberikan support dan dukungan terhadap Kampung 3G. Kemudian rombongan langsung menuju Balai Kota Malang dan diterima Plt Wali Kota Malang, Sutiaji. Dan saat itu juga, Bambang Irianto penerima Kalpataru menyerahkan penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup tersebut ke Pemkot Malang.
Di Balai Kota Malang, beragam hiburan juga akan disajikan panitia. Mulai dari seni tari, seni musik, dan lainnya.
”Ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap pak Bambang sebagai orang yang menerima Kalpataru. Beliau adalah pejuang lingkungan, dan sangat konsisten dalam hal lingkungan,’’ imbuh Imam. Apresiasi seni dan budaya ini, Imam menyebutkan pihaknya akan melibatkan Museum Musik Indonesia, Komunitas Malang Musik Bersatu, Penari dari Experience Dance, serta Komunitas Dawai Nusantara.
”Penyambutan di Balai Kota Malang juga melibatkan Kakang Mbakyu Kota Malang, serta Duta Budaya Kota Malang. Yang jelas, di Balai Kota Malang kegiatan ini akan sangat meriah,’’ tuturnya.

Source: Malang Post (Jon/han) dan (ira/ary)

Artikel Terkait


Komentar