Warga Inggris Belajar Konservasi Air di Kampung Glintung Go Green

Tamu dari berbagai belahan dunia terus berdatangan ke RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Setelah beberapa waktu lalu datang dari Tiongkok, kini rombongan tamu dari Inggris berkunjung ke kampung yang terkenal dengan nama Glintung go Green (3G), Selasa (19/9).
Kedatangan tamu dari benua Eropa ini tak lain karena Inovasi Gerakan Menabung Air (Water Banking Movement). Mereka ingin belajar inovasi guna menangani permasalahan perubahan iklim sekarang ini.
Keith Cameron, salah satu perwakilan rombongan dari Inggris mengaku sangat tertarik dengan inovasi di kampung 3G setelah mengetahui informasinya dari sosial media.
Ia mengaku membawa keluarga dari Inggris datang ke Kampung 3G untuk melihat apa yang bisa ditiru  dan apa yang sudah dikerjakan di kampung ini. Hal ini disampaikan Keith di sela kunjungannya yang ditemui langsung warga dan ketua RW  23 Purwantoro Ir Bambang Irianto.
Menurutnya pola kepemimpinan Bambang Irianto sebagai inisiator kampung 3G patut ditiru. Alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini bisa menggerakkan warga kampung untuk menerapkan inovasi menabung air, membuat lubang bipori, hingga menanam tanaman hidroponik di lingkungan rumah warga.

Keith merasa bangga bisa berada di kampung ini dan inovasi tersebut tentunya bisa menjadi ajang promosi Indonesia di mata internasional.
Menurutnya, di Inggris  permasalahan lingkungan yang dialami sebenarnya sama,  yakni terkait perubahan iklim dan banjir.
Setelah mengunjungi Kampung 3G, Keith berjanji akan menyebarkan inovasi ini di negaranya di Inggris  dan ide ini bagus akan disebarkan di Eropa dan dunia.
Dengan kunjungan tersebut, Ketua RW 23 sekaligus inovator kampung 3G  Bambang Irianto mengaku jika pihaknya semakin yakin bahwa kampung ini layak menjadi percontohan dunia.  Sebab gerakan menabung air akan semakin berkembang jika seluruh negara bisa menerapkannya.
‘’Kami berharap gerakan ini tidak hanya diterapkan di Malang saja, tetapi semua negara bisa menerapkannya. Karena masalah perubahan iklim dan banjir dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia,’’ jelas Bambang Irianto.
Pihaknya pun terbuka pada semua negara jika ingin belajar mengenai inovasi ini setelah kampung tersebut  diakui di ajang Guangzhou Award for Urban Innovation. ‘’Kami punya kewajiban untuk menyebarkan informasi ini ke semua pihak,’’ tegasnya.(jon/van) Source : Malang Post 

Artikel Terkait


Komentar