Urban Farming Festival: Hari Raya Kebudayaan ala Kampung Inovatif Glintung Go Green (3G)

"Jika di tempat-tempat lain menanam adalah sebuah gerakan, di Kampung 3G adalah keseharian," kata Ir.Bambang Irianto, Kepala RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Rabu malam (09/10/2016).

Kampoeng Glintung Go Green (3G) yang ia gagas, akan merayakan apa yang ia sebut sebagai 'Hari Raya Kebudayaan' untuk warga 10 - 12 November 2016 bertajuk 'Glintung Go Green on Urban Farming Festival'.

"Empat tahun bekerja siang malam untuk mengubah kampung kami, gotong royong, dan sekarang mulai terlihat hasilnya. Persoalan kampung relatif mulai teratasi, ternyata apa yang kami kerjakan bermanfaat bagi daerah-daerah lain. Sudah sewajarnya kita merayakannya," imbuh Bambang. 

Begitupun jika merujuk event bersih desa atau bersih kampung yang umumnya digelar setahun sekali di wilayah lain, di Kampung 3G adalah hal lazim dilakukan setiap hari. "Spirit penting yang ingin ditularkan event Urban Farming Festival adalah, bahwa bertani bisa dilakukan di kampung kita, permukiman yang padat. Bahkan yang bisa dikatakan tak ada tanah sekalipun. Semoga ini bisa menjadi contoh kampung-kampung lain di tanah air," imbuhnya kepada halomalang.

Glintung Go Green yang menjadi tematik kampung di tepi poros utama Kota Malang - Surabaya ini disebut Bambang adalah infrasturktur lingkungan sebagai pondasi. "Terutama dan paling penting adalah kualitas manusianya. Holistik," Tak sekadar hijau, Go Green adalah esensi kondisi warga: kualitas kehidupan, kesejahteraan.

Memasuki kawasan 3G, hampir tak ada celah untuk beragam jenis tanaman (sayur, bunga) di setiap rumah warga. Baik dalam pot, hidroponik, maupun taman vertikal. "Satu contohnya. Saya tidak akan ngasih stempel apapun, jika saya tahu di rumah warga yang bersangkutan tidak ada tanaman," ujarnya serius. Langkah tegas ini adalah edukasi yang efektif, karena manfaatnya kini dirasakan warga Glintung. Tak hanya peningkatan kehidupan sosial, namun juga pada kehidupan ekonomi. Kampung 3G telah menjelma menjadi kampung wisata Edukasi, dimana wisatawan dapat melakukan study komparatif dan study replikasi.

"Beberapa hari lalu sekitar 30 mahasiswa Lincoln University New Zealand ke sini, mereka terhentak. Ada sesuatu yang luar biasa di kampung kecil seperti ini. Model 3G ini akan diadopt ke negara mereka masing-masing," kata Bambang.

Tak hanya soal menanam, Kampung 3G juga berhasil dalam upaya mengatasi banjir secara efektif dengan menggalakkan GEMAR (Gerakan Menabung Air), berupa pembuatan sumur injeksi, lubang biopori, dan parit resapan sejak 2013 lalu. Inovasi inilah yang turut mengharumkan Kota Malang, bahkan Indonesia di mata internasional. Kampung 3G lolos dalam event Guangzhou Award for Urban Innovation 2016. Ada 15 Finalis yang akan diundang ke Tiongkok pada 05 - 08 Desember 2016 mendatang.

RW 23 Kel. Purwantoro dinilai memiliki good practice terkait GEMAR dalam implementasi SDGs (Suistainable Development Goals & New Urban Agenda)

Trie Utami, musisi sekaligus pembakti di Jaringan Kampung Nusantara yang menjadi salah satu pengisi acara Festival Kampoeng Glintung turut mengapresiasi. "Saya sudah sering lho ke sini. Panen Selada di Glintung dengan tangan sendiri dari polybag. Awalnya dulu saya pikir nggak mungkin, di tengah Kota Malang yang nggak ada tanah bisa panen sayur. Tapi ini konkrit ada," ujarnya.

Tapi yang ia lihat bukanlah apa yang nampak hijau saja, membangun manusia yang tinggal di lingkungan adalah faktor utama. "Kebudayaan adalah segala perilaku kita sehari-hari, tak hanya kesenian. Bakti kepada alam, cara kita berpikir, atau contoh lain bagaimana kita berterima kasih pada pohon yang memberi oksigen. Mau artis atau seniman hebat, tapi ia tinggal di lingkungan tidak sehat, pasti ia akan terkena dampaknya,"  pungkas Trie.

Selama tiga hari gelaran, warga RW 23 Kel. Purwantoro ini akan menyajikan beragam kegiatan seperti: Bazaar, Seminar, Wayang Kulit, Launching Buku Kampung 3G, Pameran Agro Inovasi, Pemutaran Film Balada Rimba Kota, Pengobatan Herbal, Orasi Budaya, hingga Ethnic Music XAMAGATA.

Event ini didukung oleh beberapa BUMN, seperti Patra Jasa (Persero), PT. Taman Wisata Candi Borobudur-Prambanan-Ratu Boko, dan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Sumber: http://halomalang.com/Urban Farming Festival: Hari Raya Kebudayaan ala Kampung Inovatif Glintung Go Green (3G)

Artikel Terkait


Komentar