Universitas Podomoro Sebut Glintung Go Green Pantas Menjadi “Role Model”

Sebagai salah satu perwujudan dari program kuliah lapangan, salah satu dosen mata kuliah jurusan Social entrepreneurship dari Universitas Podomoro mencanangkan suatu kunjungan untuk mengenal lebih dalam mengenai lingkungan. Oleh karena itu, Kampung Glintung Go Green yang menjadi salah satu destinasi pembelajaran yang mereka tetapkan (5/2).

Kesan pertama yang ada di benak mereka ketika menginjakkan kaki di bumi 3G adalah sejuk, nyaman, betah dan sangat bersih. Bahkan tidak ada satupun sampah di sudut-sudut kampung ini. Sekali lagi, 3G berhasil menginspirasi mahasiswa yang berasal Jakarta Barat tersebut. Lingkungan sekitar kampus yang notabene adalah perkotaan dengan sedikit lingkungan hijau, membuat mereka kagum bahwa masih ada kampung di salah satu kota besar di Indonesia yang berhasil memanfaatkan lahan sempit untuk melakukan penghijauan.

Tidak ada kata menyerah dan tidak bisa dalam kamus Glintung Go Green, meskipun kawasan RW 23 ini banyak terdiri dari lorong-lorong sempit dan tidak ada lahan terbuka untuk menanam. Menurut mereka, ketua RW 23, berhasil membuat investasi sosial jangka panjang dengan melibatkan masyarakatnya untuk menciptakan kawasan lingkungan yang sangat layak huni.

“Menurut saya, ini adalah kontribusi yang luar biasa terhadap keseimbangan sosial dan lingkungan. Bahkan kalau bisa direplikasi ke kampung-kampung atau wilayah lain, maka lama kelamaan Indonesia akan lebih ijo royo-royo.” tutur Risa Bhinekawati selaku dosen di Universitas Podomoro.

Mahasiswa Universitas Podomoro juga banyak belajar mengenai teknik dasar pembuatan hidroponik dan bagaimana alur menanam serta melakukan perawatan untuk tumbuhan yang ditanam melalui sistem ini. Mereka juga praktek langsung untuk melakukan pengecekan PH air, menanam tanaman yang sudah berumur 12 hari untuk dipindahkan ke hidroponik dengan media khusus.

“Kalau bisa, 3G perlu menjadi contoh atau role model bagi wilayah-wilayah lain yang ingin memiliki kenyamanan yang sama maka bisa belajar disini. Selain itu saya ingin mahasiswa saya yang notabene urban atau anak-anak kota perlu diperkenalkan dengan masyarakat yang membangun lingkungannya.” Pungkas Risa Bhinekawati. (Anggy Sapta Pradyka)

 

Artikel Terkait


Komentar