Model Pembangunan Pertanian Kawasan ala 3G (Bagian 2)

Pembangunan yang menuntut partisipasi warga adalah model paling mutakhir yang diajukan para ahli. Gerakan pertanian yang oleh warga RW 23, Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, disebut 3G (Glintung Go Green) barangkali dapat menjadi contoh yang baik.

Meski lokasinya di perkotaan, tetapi karena metode yang diterapkan bersifat prinsipil, maka dapat menjadi pembelajaran bagi pembangunan pada umumnya, khususnya di bidang pertanian.

Kita dapat menggali lebih jauh, faktor apa saja yang menjadi kunci sukses 3G ini, langsung dari penggeraknya, Ketua RW 23, Ir. Bambang Irianto. Sang penggerak, lulusan sarjana pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 1982 ini menjelaskan, Kunci sukses pembangunan yang pertama adalah komitmen pimpinan. Fungsi pimpinan. Contoh saya sebagai Ketua RW, yang menurut kebi-asaan hanya melayani keperluan administrasi kependudukan masyarakat semata, menurut hemat saya harus lebih dari itu. Melihat persoalan yang dialami masyarakat, saya mencoba menempatkan diri selaku manajer wilayah. Oleh karena itu, tugas saya adalah membangun bersama masyarakat.

Kedua, gerakan pembangunan harus tumbuh dari bawah (buttom up) dan disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan warga. Oleh karena itulah, beberapa kegiatan yang dianjurkan Pemkot Malang, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhn warga, tidak kita terapkan. Ini kita putuskan berdasarkan hasil musyawarah warga.

Ketiga, warga harus diyakinkan untuk tidak menjadikan dana sebagai penghambat utama dan tidak menggantungkan diri kepada bantuan pemerintah. Tentu kita tidak menolak kalau ada bantuan. Namun kita wanti-wanti bahwa bantuan itu harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang sesuai.Keempat, gerakan harus melibatkan seluruh warga, betapa pun sulitnya. Di awal gerakan, jika 10% saja warga berpartisipasi aktif, itu sudah luar biasa. Kita juga tidak boleh meninggalkan begitu saja warga yang sinisme terhadap gerakan. Secara perlahan, mereka kita dekati dengan berbagai cara.Wah, itu rupanya yang belum sepenuhnya mampu kita terapkan, ya Pak! (SH)

Artikel Terkait


Komentar