Kedutaan Besar Australia Tertarik ‘Konsep’ Glintung Go Green

Kampung Glintung Go Green (3G) memang tetap bisa mempertahankan eksistensinya hingga detik ini. Berbagai kunjungan dari segala penjuru Indonesia dan beberapa negara di dunia telah diterima dengan baik di kampung ini. Serta tak khayal, jika mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman berbeda dari kunjungannya ke kampung ini. Namun, ada yang berbeda dari kunjungan hari ini. Selasa 02/02, Tim Martin, seorang yang mempunyai tanggungjawab dalam perdagangan internasional dan spesialis pembangunan, yang fokusnya pada identifikasi dan mendukung peluang sektor swasta global. Berdasarkan saran dari BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kota Malang, ia datang untuk melihat dan melakukan observasi secara langsung bagaimana potensi dari kampung 3G ini. Hal ini merupakan salah satu tugas dari 5 misi yang ia jalankan, yaitu mencari suatu kawasan yang dapat menjadi ketahanan kota. Ada 5 kota yang ditunjuk, dan salah satunya adalah Kota Malang dengan mengunggulkan kampung 3Gnya.

Semangat dari warga berkebangsaan Australia ini tak kunjung surut meskipun kampung sedang diguyur hujan gerimis ketika berkeliling. ‘Konsep’ menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi Tim Martin, maka ia sangat yakin bahwa Kampung Glintung Go Green bisa menjadi ketahanan kota di Indonesia. Ketertarikannya semakin terbukti ketika beliau menonton film 3G ‘Balada Rimba Kota’. “It’s amazing, nice, imagine”, itulah kata yang diungkapkan dari seorang komisaris perdagangan yang saat ini sedang bertugas di India.

Andree S, sebagai perwakilan dari kedutaan di Jakarta bertutur bahwa “Nanti film kampung 3G ini akan diputar di kedutaan Australia, yang nantinya akan membuka peluang antara pemerintah Australia dengan Indonesia, khususnya bagi kampung 3G.”

Kunjungan ia hari ini tak hanya berdampak pada satu sisi, namun juga sangat bermanfaat bagi kampung 3G sendiri. Hal ini bisa menjadi pintu gerbang bagi pengusaha di Australia dari berbagai sektor yang mempunyai ketertarikan untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia. Harapan ini tentu saja muncul, supaya Kampung 3G bisa menjadi salah satu pilihan untuk merajut kerjasama bersama mereka. (Anggy Sapta)

Artikel Terkait


Komentar