HIDROPONIK DASAR: 4. Penyiapan Pupuk AB Mix

Pupuk yang paling umum digunakan dalam hidroponik dikenal dengan sebuat "AB Mix". Hal itu karena pupuk dibagi menjadi dua (A dan B), yang  tidak boleh dicampur kecuali saat mau digunakan. Banyak sekali merk AB Mix yang tersedia di pasaran on-line. Sebaiknya Anda membeli paket terkecil dari beberapa merk, kemudian dibandingkan.

Sesuai dengan anjuran di atas, maka air nutrisi sebaiknya diganti setiap 2 minggu sekali. Tentu kurang praktis kalau setiap 2 minggu sekali kita menimbang pupuk yang akan digunakan, apalagi kalau dalam jumlah kecil. Untuk itu AB Mix dapat dilarutkan ke dalam dua botol yang terpisah (ingat AB Mix selalu terdiri dari 2 bungkus yang terpisah).

Berikut adalah perhitungan yang paling mudah. Misalnya, dalam bungkus AB Mix tertulis untuk 1000 liter air. Lalu masing-masing kita larutkan ke dalam botol 10 liter. Ini kita sebut larutan stok. Jika bak air kita 100 liter, maka setiap mengganti AB Mix kita tinggal menakarnya sebanyak 1000/10 = 100 ml untuk masing-masing larutan stok tadi. Seratus mili liter kurang lebih setara dengan setengah gelas minum standar.

AB Mix untuk Hobi dan Komersial

Perlu diketahui, bahwa dosis yang tertulis dalam bungkus AB Mix tadi adalah dosis pukul rata untuk semua sayuran. Artinya, kalau kita menerapkan dosis 100 ml untuk 10 liter air tadi, berarti kita tidak perlu lagi mengukurnya dengan TDS meter. Ini bisa kita terapkan kalau hidroponik hanya untuk hobi. Tetapi jika untuk komersial, sebaiknya mempertimbangkan dua hal berikut:

  1. Jenis tanaman. Dalam lampiran disajikan kebutuhan konsentrasi (ppm) dan pH air untuk beberapa jenis tanaman
  2. Umur tanaman. Secara umum, kebutuhan nutrisi tanaman sebaiknya disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman, seperti dilukiskan pada gambar di bawah.

Sesuai dengan umurnya masing-masing tanaman, kita bagi menjadi 3 fase. Makin tua umur tanaman, makin tinggi dosis pupuknya. Untuk skala komersial, sekali lagi, sangat penting untuk:

  • Mencoba beberapa merk pupuk AB Mix dan memilih yang terbaik
  • Umur tanaman perlu dipertimbangkan untuk penetapan dosis dan efisiensi pupuk
  • Penetapan dosis hendaknya mengacu ke hasil-hasil penelitian yang sudah diketahui, serta dikontrol menggunakan TDS meter.

Artikel Terkait


Komentar