HIDROPONIK DASAR: 1. Prinsip Dasar

Hidroponik memungkinkan kita dapat merancang budidaya (nyaris) tanpa lahan sekaligus menjadi hiasan-hijau di rumah kita masing-masing  (seperti pada gambar di samping). Tulisan ini disusun secara khusus kepada para pemula. Bagi yang serius bisa dikembangkan dalam skala komersial.

Tulisan nomor 1 ini perlu mendapat perhatian khusus. Jika dapat dipahami dengan baik, pembaca tidak perlu bingung atau heran jika melihat berbagai jenis hidroponik, sehingga tidak menarik kesan seolah hidroponik merupakan teknis yang sulit dimengerti. Dengan demikian, dapat berkreasi dengan memanfaatkan bahan yang ada, murah dan mudah diperoleh. Tentu jika dimaksudkan untuk skala hobi atau sambilan.

Mari kita perhatikan, bahwa untuk tumbuh dan berproduksi tanaman memerlukan beberapa hal, yaitu (perhatikan yang diketik dengan huruf besar):

  1. Tanah. Di dalam tanah terkandung: (a) Agregat tanah/media yang berfungsi sebagai TEMPAT TEGAKNYA TANAMAN, (b) OKSIGEN untuk bernafasnya akar,dan (c) UNSUR HARA atau NUTRISI sebagai bahan baku pertumbuhan dan produksi
  2. CAHAYA matahari
  3. OKSIGEN di atas tanah untuk proses fotosintesa/mengolah nutrisi menjadi bagian-bagian tanaman
  4. AIR untuk membawa unsur hara ke akar

Sekarang mari kita lihat apa arti hidroponik secara definitif, yaitu (1) Teknik bercocok tanam tanpa tanah, (2) Dengan memanfaatkan dan mengatur pengairan, dan (3) Air pengairannya sekaligus diberi pupuk.

Dari penjelasan di atas dapat diperagakan dalam gambar berikut:

Mari kita lihat apakah dari gambar di samping, keenam hal yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi sudah dipenuhi:

  1. Cahaya sudah jelas berasal dari matahari
  2. Oksigen untuk fotosintesa dari lingkungan
  3. Usur hara sudah dilarutkan ke dalam air (air dalam bak)
  4. Air untuk akar, diberikan dengan bantuan pompa
  5. Oksigen untuk akar, diperoleh dengan membuat air mengalir terus-menerus dengan bantuan pompa. Mengalirnya air membantu memperkaya kandungan oksigen dalam air. Dalam hal ini ada beberapa catatan: (a) Jika kita menggunakan sistem air diam maka sebaiknya menggunakan aerator yang biasa digunakan untuk memelihara ikan. Aerator fungsinya untuk memperkaya kadar oksigen air yang diperlukan oleh akar untuk bernafas, dan (b) Untuk tanaman sayur berumur pendek seperti sawi-sawian, tanpa aerator pun masih bisa tumbuh dan berproduksi tetapi kurang maksimal.
  6. Tempat tegaknya tanaman. Dalam contoh di atas menggunakan media pakis.

Semoga mulai bisa dipahami, bahwa tidak ada yang "aneh" dalam budidaya tanaman dengan hidroponik.

Berita terkait:

HIDROPONIK DASAR: 2. Alat dan Bahan

Artikel Terkait


Komentar