FILM DOKUMENTER " BALADA RIMBA KOTA "

Equator Cinema sebuah rumah produksi di Malang Jawa Timur yang bergerak tidak hanya pada wilayah produksi film documenter saja tetapi juga melakukan edukasi dan advokasi kepada masyarakat atau komunitas melalui video video non fiksi, terutama yang terkait dengan isu isu social budaya

Sejak pertengahan februari 2016 Equator cinema bekerja sama dengan warga RW 23 kelurahan Purwantoro Kota Malang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Glintung Go Green, berinisisasi mencatat perjalanan kampung Glintung dalam usahanya menyelesaikan persoalan banjir parah yang melanda kampung tersebut, banjir yang menjadi konsekuensi logis dari pertumbuhan fisik sebuah kota besar membawa dampak buruk bagi keberadaan kampung kampung disebuah wilayah perkotaan, Glintung menjadi kawasan rawan banjir karena stuktur kampung yang begitu padat serta kontur tanah yang lebih rendah dibanding kawasan yang lainnya. sejak akhir 90an hingga pada puncaknya di pertengahan 2013 kampung glintung harus ditenggelamkan banjir besar untuk kesekian kalinya.

Bambang Iriyanto seorang warga yang baru terpilih sebagai ketua RW pada saat itu, bernisiasi merubah wajah dengan gerakan penghijauan, kampung yang sudah terlalu lama dikenal sebagai kawasan kumuh dan jorok serta memiliki image kampung yang buruk karena tingkat kriminilaitas tinggi serta kondisi kesehatan yang rendah, gagasan yang baik dari Bambang Iriyanto tidak serta merta diterima oleh warga kampung yang hanya terdiri dari kurang lebih 300 kepala keluarga tersebut , penolakan terjadi secara spontan oleh warga yang sudah terlalu apatis dan menerima dengan kondisi kampung yang sudah ada

Film ini menceritakan bagaimana upaya Bambang Iriyanto yang hanya berbekal “stempel RW” dalam meyakinkan dan mengajak warga, merubah mindsetnya, serta melakukan komunikasi dan membangun jaringan dengan pihak pihak yang dianggap mampu membantu persoalan kampung ini. Hingga pada akhirnya kampung ini berubah drastis menjadi kampung hijau yang asri bagaikan rimba didalam kota, bagaimana kemudian kampung yang tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan banjir melainkan berhasil membangun semangat konservasi air dengan gerakan yang mereka sebut “GEMAR” atau Gerakan Menabung Air juga memberikan dampak positif bagi kekuatan interaksi antar warga kampung yang nyaris musnah digerus interaksi modern ala kota besar, film ini berusaha melakukan pencatatan dari sebuah fenomena social dikota besar baik perubahan perilaku warga maupun perubahan lingkungan yang hanya bisa dilakukan dengan semangat dan ruh kebersamaan yang luar biasa.

behind the scene

- Proses reseach bersama pak bambang ir di rumah

- Proses research bersama harian malang pos, BPTP Fakultas teknik ub dan steakholders

- Proses research visual bersama abah anton (walikota malang)

- Proses pengumpulan fottage

Rencana Penggunaan Dana

 

Film ini sudah kami pra produksi (research) sejak bulan february hingga sekarang yang rencana akan berakhir di bulan november.

Pembiayaan dalam produksi selama 7 bulan terakhir di usahakan secara mandiri oleh pihak warga kampung gelintung dan equator cinema.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk biaya produksi dan pasca produksi

meliputi penyewaan alat, akomodasi, editing dan mixing audio.

Film ini akan di launching perdana pada festival kampung glintung pada 10 november 2016

dan akan di screeningkan pra launching di berbagai media online maupun offline, sebagai upaya penyadaran akan pentingnya penghijauan dan menginspirasi berbagai pihak dalam upaya gerakan konservasi air.

Durasi: 30menit,

Film Genre: Dokumenter,

Warna: Colour,

Subtitle: Indonesia & English

Produksi: Equator Cinema

 

Rencana Pelaksanaan Proyek

 

  • Pra Produksi : Februari 2016 - Maret 2016 (meliputi riset data dan riset visual)
  • Produksi : April 2016 - Oktober 2016 (meliputi shooting dan pengumpulan data)
  • Pasca Produksi : Oktober 2016 - Desember 2016 (meliputi editing dan launching film)

 

Sumber : https://wujudkan.com/project/balada-rimba-kota/view

 

Artikel Terkait


Komentar