Bersinar di Lomba Poktan, 3G dapat apresiasi khusus dari Abah Anton

Prestasi warga 3G semakin moncer di Kota Malang. Melalui kelompok tani yang dimiliki yaitu Kelompok Tani MELATI 2, hari ini tanggal 20 April 2016, mendapat juara dua dalam Lomba Kelompok Tani se Kota Malang. Adapun lomba tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Malang pada bulan Februari 2016. Acara pengumuman pemenang yang diselenggarakan di Savana Convention Hall ini juga dihadiri oleh Abah Anton (Walikota Malang) serta pejabat-pejabat terkait.Para memenang lomba kelompok tani memang layak memegang penghargaan juara. Semuanya memiliki karakter tersendiri. Juara 1 kelompok Tani LOTIGAMAS RW 3 Lowokwaru dengan andalan produksi benih sayur. Juara 3 Kelompok TANI MADU, Rampal Celaket dengan TABULAPOT. Sedangkan 3G dengan ketahanan pangannya yaitu mendekatkan lahan sayur di dkt pintu jendela rumah warga. Pada kesempatan ini, ketua kelompok tani dari kampung 3G diwakili oleh Bapak Taufik karena beliau sedang ada kendala kesehatan.

Tujuan lomba adalah memberi dorongan/spirit petani-petani kota untuk kreatif dan inovatif, mengingat lahan pertanian di kota Malang semakin menyusut. Sehingga IPTEK yang bicara (intensifikasi). Para pemenang telah menunjukkan hal ini. Dalam sambutannya, Abah Anton mempertegas bahwa muara lomba adalah KETAHANAN PANGAN, bukan sekedar memperoleh piala ataupun hadiah. "Produsen sayur dan buah didominasi oleh masyarakat desa. Peredaran uang terjadi di kota tapi akhir uang itu kembali ke desa. Mengapa kota malang tidak memproduksi sayur sendiri?" tambah Walikota yang gemar blusukan ke kampung-kampung ini. Oleh karenanya, ada banyak lahan milik pemda yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan diolahnya lahan maka tidak ada lagi genangan air seperti yang masih kita jumpai sekarang. Karena dengan mengolah lahan tersebut maka air akan meresap lebih lancar.

Setelah acara formal selesai, Abah Anton dan tim perwakilan 3G sempat berbincang-bincang. Beliau sangat salut dengan apa yang dilakukan warga 3G dan berkomitmen mensupport 3G untuk menjadi andalan kampung sayur. Disisi lain Dinas Pertanian juga menawarkan kepada 3G memanfaatkan lahan milik pemda untuk pertanian. Semoga menjadi nyata (Taufik).

Artikel Terkait


Komentar