Ahli dari Cina Belajar ke Kampung Glintung Go Green

Delegasi Ghuangzhou Award yang mengunjungi RW 23 Kelurahan Purwantoro, Jumat (8/9) kemarin sangat kagum dengan Gerakan Menabung Air yang dilakukan warga setempat. Bahkan, mereka berjanji akan mendatangkan pakar-pakar atau ahli-ahli dari Cina untuk belajar ke kampung yang terkenal dengan nama Glintung go Green (3G).

‘’Saya sangat terkesima sekali dengan kampung ini. Kampung yang sebelumnya kumuh sekarang bisa berubah. Saya akan mendatangkan ahli-ahli dari Cina untuk belajar ke kampung ini,’’ Direktur Jenderal Institut Inovasi Perkotaan Guangzhou Mr Liang Guiquan yang memimpin rombongan datang ke Indonesia.

Ia pun berjanji akan mengambil film dan akan disiarkan ke TV-TV di Cina agar mereka mengetahui kehebatan warga Glintung itu. Bahkan ketika ditanya Malang Post, kekurangan apa yang ada di Glintung sebagai masukan warga sehingga bisa dilakukan masyarakat. Namun Mr Liang justru menanyakan apakah Ketua RW 23 Purwantoro Ir Bambang Irianto ini juga menyebarkan gerakan ini ke daerah-daerah lainnya?

Padahal Bambang Irianto telah keliling ke kota-kota di Indonesia menularkan ilmunya, menyebarkan gerakan ini. Selain itu, banyak masyarakat dari berbagai kota di tanah air yang belajar ke kampung ini.

Setelah mengetahui apa yang dilakukan Bambang Irianto ini, Mr Liang menyatakan tidak ada kekuarangan. Bahkan ia janji akan mendatangkan ahli-ahli dari Cina untuk belajar di Kampung 3G ‘’Jadi kampung ini tidak ada kekuarangan. Semuanya sangat bagus,’’ tegas Mr Liang.

Sementara itu kedatangan para petinggi Ghuangzhou Award ini semakin meyakinkan warga mauapun masyarakat Kota Malang jika Gerakan Menabung Air ini benar-benar layak sebagai inovasi kelas dunia.‘’Setelah mereka datang ke kampung ini dan berkesimpulan tidak ada kampung di Cina sebaik di Glintung ini. Pemerintah Cina akan mereplikasi secara serius Kampung 3G ini di dataran Cina,’’ jelas Bambang Irianto kepada wartawan. 

‘’Oleh karena itu saya mengajak masyarakat Malang dan seluruh daerah di Indonesia bahwa inovasi ini menjadi inovasi kelas dunia. Semua pihak tertarik. Oleh karena itu kita sendiri harus menerapkan inovasi gerakan ini,’’ tambahnya.

Setelah kunjungan Ghuangzhou ini pihaknya justru akan semakin terpacu bagaimana manajemen profesional untuk mereplikasi 3G. Manajeman yang melibatkan berbagai stake holder termasuk swasta pemerintah dan media, perguruan tinggi dan lainnya. Dengan begitu manajemen 3G bisa berkelanjutan dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

‘’Muda-mudahan 3G semakin banyak menerima tamu dari berbagai negara,’’ tegasnya.

Sementara itu dalam kunjungan kemarin, delegasi Ghuangzhou ini selama keliling wilayah RW 23 Purwantoro banyak bertanya mulai awal kampung ini yang terkenal banjir hingga mengalami perubahan yang sangat drastis ini. Termasuk, penghijauan yang sangat luar biasa meski berada di kampung yang cukup padat penduduknya.(jon/van) Source : Malang Post 

Artikel Terkait


Komentar