3G Berbagi Inspirasi pada Workshop Sociopreneurship Universitas Brawijaya

Seluruh peserta workshop yang memadati Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya serentak berdiri. Kemudian begitu ada aba-aba "Glintung Go Green" semua menjawab "yes!!!" sambil mengangkat tangan. "Glintung Go Green.. yess!!!" "Glintung Go Green.. yess!!!". Begitulah gaya Ir. H. Bambang Irianto, Ketua RW 23 Kel. Purwantoro, dalam membakar semangat audien ketika menjadi pembicara pada Workshop dan Talkshow Sosiopreneurship yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Selain Ir Bambang, ada dua pembicara lain yang sudah memberikan pemaparan yaitu Dr Dessy Aliandra tentang konsep social enterpreneurship, serta dr Gamal yang bercerita tentang Indonesia Medika.

Pada kesempatan tersebut, Ir Bambang yang juga merupakan jeneral manajer organisasi Glintung Go Green menjelaskan bagaimana kampung Glintung 3 tahun lalu yang jadi langganan banjir, kotor, tidak tertata rapi serta minim penghijauan. Untuk memulai gerakan perbaikan lingkungan, ada satu senjata unik yang dipakai yaitu stempel RW. Semua warga yang mengurus surat menyurat melalui RW wajib memiliki tanaman, jika tidak maka surat RW tidak akan keluar. "Jika ada yang minta pengantar surat nikah, saya cek dulu, punya tanaman atau tidak. Kalau tidak, ga akan saya kasih pengantarnya. Kuat-kuatan, pilih tanaman atau pilih nikah" begitu kata Ir Bambang yang disambut tawa sekaligus kagum akan langkah jitu dari ketua RW tersebut.

Dengan gayanya yang bersemangat, Bambang berbagi pengalaman bagaimana menata kawasan Glintung menjadi kawasan yang nyaman dan aman dengan menganut filosofi bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. "Tahap awal yang harus dilakukan adalah merubah mindset. Menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya penghijauan. Lalu melibatkan semua unsur masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kampung. Kemudian membangun networking yang luas yang bisa memberi manfaat bagi warga". 

Dari proses-proses yang telah dilakukan, muncul gagasan-gagasan yang direalisasikan bersama-sama secara gotong royong. Sehingga saat ini, Glintung Go Green (3G) sudah dikenal secara luas dan menjadi rujukan khususnya dalam hal penghijauan dan penataan wilayah kampung perkotaan. Disisi lain, banyak manfaat yang tidak terduga yang bisa dirasakan oleh masyarakat yaitu manfaat secara ekonomi. Kawasan 3G bertransformasi menjadi kawasan wisata kampung perkotaan. Banyak kunjungan dari berbagai daerah datang dan dikenakan biaya. Pengunjung bisa menginap dengan biaya sewa yang terjangkau. Mereka juga membeli makan dan kue dari warung-warung warga sehingga roda ekonomi semakin bergeliat.

3G juga mengembangkan koperasi untuk menghindarkan warga dari lintah darat. Capaian-capaian yang disampaikan ini membuat audien talksow semakin antusias mendengarkan. Hingga pada sesi tanya jawab, mayoritas pertanyaan ditujukan kepada Ir bambang Irianto. Mulai dari bagaimana memulai gerakan yang melibatkan seluruh warga. Apa saja problem yang dihadapi di masyarakat hingga bagaimana mengatasinya. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah ketika manfaat ekonomi mulai dirasakan oleh masyarakat. Ini menimbulkan persaingan-persaingan diantara warga.

Hal tersebut teratasi dengan adanya koperasi yang mengkordinir usaha yang dilakukan oleh warga. "Sebagai contoh, jika sudah ada yang jualan kue nogosari, warga lain ya jualan produk lain" begitu Ir Bambang menambahkan. Pada saat pelaksanaan talkshow, Ir Bambang tidak datang sendiri. Melainkan bersama tim dari warga 3G hingga tim support dari instansi yang selama ini bekerjasama dengan 3G. "Saya salut dengan warga Glintung. Mereka kelihatan kompak sekali bahkan datang dengan seragam khas" kata Andik Atmaja, salah satu peserta yang merupakan dosen di salah satu PTS di Malang saat diwawancarai tim berita 3G.

tidak hanya bermanfaat bagi warga 3G saja, tapi juga bisa memberi inspirasi pada kampung-kampung lain tingkat nasional bahkan internasional. Sukses selalu 3G, semoga selalu diberi kemudahan dan keberkahan atas apa yang telah dan akan dilakukan.hma  

Artikel Terkait


Komentar